Manajemen Uang 5 M

 

photo by pinterest https://pin.it/2uoADSakv

Manejemen Uang 5 M- Tema ODOP kali ini mungkin merupakan tema yang saya sukai bagaimana tidak temanya adalah “ Jika kamu diberikan uamg 5 M hal apa yang akan kamu lakukan” 5 M di sini saya simpulkan adalah miliar karena temanya menggunakan Bahasa Indonesia karena kalau menggunakan Bahasa Inggris M berarti Milliom yang artinya Juta. 5 Miliar atau 5000 juta, wahh itu nominal yang sangat banyak ya. Tapi baiklah saya akan menjabarkan hal hal apa yang akan saya lakukan bila memiliki uang sejumlah 5 miliar, hal pertama yang akan saya lakukan adalah membayar pajak dan berzakat karena sebagai Warga Negara Indoensia dan seorang muslim bila memiliki uang sejumlah itu sudah menjadi kewajiban saya untuk melakukan kedua hal tersebut, agar dipergunakan sebaik baiknya dalam memajukan kesejahteraan masyarakat secara luas melalui pajak yang dibayarkan kepada negara dan memajukan kesejahteraan ummat muslim melalui zakat.

pict by pinterest https://pin.it/45F8HYkZh

Kemudian saya akan membangun rumah pribadi saya, seperti yang pernah saya tuliskan dalam artikel saya sebelumnya yang berjudul  Rumah Impian (Dream House), saya akan membangun bukan membeli tapi membangun sendiri rumah saya, dengan uang yang masih ada setelah membayar pajak dan zakat, saya dapat melakukan konsultasi pada konsultan konstruksi bangunan dan membayar pekerja yang akan membangun rumah Impian saya.

Lalu yang keberikutnya, agar uang yang saya miliki tidak hanya dialokasikan pada hal hal yang sifatnya konsumtif maka saya akan mendirikan usaha ritel, berinvestasi pada reksadana, berinvestasi pada emas dan membuka usaha Perkebunan, lalu setelah usaha usaha tadi memiliki hasil yang memadai dan berjalan dengan baik saya akan menyewa bangunan ruko dua laintai yang terdiri dari dua jenis usaha yakni toko buku dan café belajar.

Kemudian saya akan menggunakan uang yang ada untuk menunjang pendidikan saya melanjutkan study saya yang berfokus pada pengembangan SDM, kebudayaan, literasi, pengelolaan lingkungan dan Industri kreatif. Dengan demikian saya dapat memiliki pengalaman dan dapat melamar di perusahaan dengan portofolio yang saya siapkan, Anda mungkin berpikir mengapa saya masih ingin melamar pada perusahaan, tentunya agar saya memiliki pengalaman bagaimana lingkungan kerja disebuah perusahaan karena setelahnya saya akan mendirikan start up yang berfokus pada peningkatan SDM berupa konsultasi beasiswa. Sehingga dari semua usaha yang akan saya jalankan saya bisa membuka lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan namun bila masuk ke sini Anda harus kompeten yaa, hehe.

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah saya akan menanyakan kebutuhan dari anggota keluarga saya, saya ingin mengajak jalan jalan keluarga saya keluar negeri khususnya orang tua saya, dan bila perlu menaikkan haji kedua orang tua saya.

photo by pinterest https://pin.it/6AjYb6JbY

Saya akan menyimpan beberapa persen dari uang 5 M ini sebagai dana darurat sehingga saya tetap memiliki simpanan yang memadai untuk hari tua, atau dapat saya wariskan sehingga keturunan setelah saya akan kuat secara finansial dengan segala usaha yang telah dibuat. Serta membuat wasiat sehingga keturuanan setelah saya tidak berebut harta yang ada.

Nah itu tadi rencana saya bila memiliki uang 5 M, is that impossible ? for me its not impossible, gimana kalau kamu?

Terimakasih sudah berkunjung…..

Komentar

  1. Yang penting masa tua aman ya kak ga sampe nyusahin anak juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak pas tua besok ga pingin nyusahin siapa siapa jadi harus di persiapkan dari sekarang

      Hapus
  2. Semangat yaa kak. Cita cita kamu besar !

    BalasHapus
  3. Bener, ga ada yg ga mungkin di dunia ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan, klau ada orang yg bisa kaya kenapa kita enggak

      Hapus
  4. Benar Kak, kalau ada uang lebih tidak hanya dipergunakan ke hal konsumtif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, karna kalau di pakai untuk biaya konsumtif ya abis juga

      Hapus
  5. Yepp Kakk siapkan uang untuk masa tua, karena ga enak kan yaa masa anak jadi investasi kita :(

    BalasHapus

Posting Komentar